Perjalanan Pulang Kampung

Asyknya Lebaran di kampung

Tahun 2009 ini kami sekeluarga merayakan Hari Raya Idul Fitri 1430 H di kampung kami tercinta di Sihepengyang tepatnya Jatuh pada Hari Ahad 20 September 2009.
Kami mulai melakukan perjalanan pada hari Rabu pukul 22:00 Wib dari Jakarta menuju Merak dengan kendaraan sendiri,jam 24,kami sampai di merak,tapi ada sedikit kecewa di dalam hati saya,karena kapal Verry yang menyeberangkan kami ke pulau sumatra terlambat hampir 3,5 jam.

Setelah masuk ke kapal verry kami langsung makan sahur,sambil menunggu perjalanan sampai ke Bangkahuni,kami manfaatkan untuk istirahat.
Kira-kira Jam 06 pagi kami sampai di Bangkahuni,lalu melanjutkan perjalanan,kami melalui jalan tengah yang kebetulan ramai,seharian kami melakukan perjalanan tiba lah kami di daerah Lahat,ada juga perasaan was-was,karena menurut pengalaman adik saya,beliau pernah di rampok di daerah itu.

Diwaktu kami berhenti di salah satu Pombensin,banyak orang yang istirahat,ada beberapa kenderaan yang melanjutkan perjalanan malam itu ,kami ikuti di belakang,itulah asyknya mudik lebaran,biarpun kita tidak saling kenal rasa kebersamaan itu tetap ada,mobil yang paling depan berjalan dengan perlahan-lahan terus diikuti dengan kenderaan lain sehingga kami berjalan bersama selayaknya rombongan.

Setelah melewati daerah Lahat,kendaraan mulai melaju kencang mengingat waktu lebaran sudah mulai dekat,ditengah perjalanan di malam itu kami saling kejar-kejaran di jalan yang berliku-liku seperti ular,salah satu mobil yang di belakang saya ingin mendahului kendaraan kami,saya kasih jalan dia melaju dengan kencang,satu tikungan dia lewati dengan mulus,lalu tikungan kedua tikungan patah kenderaannya keluar jalur,waduh kejadian…terucap dari mulut saya.

Tapi untunglah mobilnya hanya masuk ke semak-semak yang di batasi parit kecil,kami turun untuk membantu,kami dorong kendaraanya sampai masuk ke jalur yang benar,memang sopirnya mengaku dia lagi ngantuk.
Saya dengan adik saya selalu gantian untuk menyetir ,kalau saya ngantuk saya kasih ke adik saya ,saya tidak malu untuk minta digantikan karena yang saya pikirkan adalah keselamatan kami bersama.

Hanya sebagai saran saja kalau kita melakukan perjalanan siang malam seharusnya kita harus mempunyai dua sopir,kalau kita sendiri istirahatlah kalau sudah merasa ngantuk,jangan di paksakan.

Malam tambah larut,kami terus bejalan menelusuri jalanan yang berliku-liku.kendaraan yang tadi keluar jalur kami tinggalkan di belakang Tibalah kami di daerah yang jalannya lurus sejauh mata memandang,kendaraan berlari kencang,sesekalai kami berpapasan dengan kendaraan yang menuju ke Jakarta melaju dengan kencang.

Beberapa saat perjalanan kami terhenti,di sebabkan kenderaan yang ada di depan kami ada yang masuk semak-semak,kami turun kebetulan sudah ada yang menolong,untunglah mereka tidak kenapa-napa mereka bisa melanjutkan perjalanan kembali.

Di pagi buta kami sudah sampai di Danau Singkarak,sejenak kami melepaskan kelelahan sambil melihat pemandangan danau Singkarak yang indah.Danau- Singkarak
Setelah beberapa saat kami istirahat kami melanjutkan perjalanan menuju Bukit inggi disini kami berkunjung sebentar ke rumah keluarga yang kebetulan lagi sakit,kami takut nanti tidak bisa mampir waktu pulang kejakarta,pengalaman tahun-tahun yang lalu kami selalu tengah malam kalau lewat Bukit Tinggi.
Pukul tiga sore kami melanjutkan perjalanan menuju Mandailing perkiraan kami sampai di kampung kira-kira jam 21:00 pada malam takbiran,ternyata perkiraan kami meleset,disebabkan jalan di daerah Pasaman Rusak kendaraan kami hanya melaju dengan kecepatan 20 km per jam,kami sampai di kampung halaman pada pukul 12 tengah malam.kami bersyukur karena kami selamat sampai tujuan,tapi saya merasa sedikit kecewa karena jalan yang kami lalui semuanya bagus cuma di daerah Pasaman dan perbatasan antara Sumut dan Sumbar yang rusak,tapi kami mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah terkait mulai dari Bangkahuni sampai ke mandailing hampir 90% jalan sudah di perbaiki,memang manusia ini tidak ada yang sempurna. kami mengucapkan Minal Adin Walfaizin Mohon Maaf Lahir Bathin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: