Dari Sihepeng Sampai Ke Bogor

Sihepeng Tanah kelahiranku,mulai dari kecil sampai beranjak dewasa saya tinggal di Desa Sihepeng banyak kenangan yang indah yang tak mungkin di lupakan untuk selama-lamanya.
Selepas Sekolah SMEA Kampus Padangsidimpuan tahun 1991 saya ingin melanjutkan sekolah ku ke Perguruan tinggi ,tapi apa boleh buat semuanya sirnah tertelan bumi karena tidak ada dukungan dari orang tua.maklumlah ketika itu gaji seorang guru hanya cukup untuk menghidupi keluarga kami saja.

Terlintas di dalam pikiranku lebih baik saya pergi merantau dari pada saya tinggal di kampung dengan pekerjaan yang tidak jelas.Saya mencoba meminta persetujuan dari ibu,bu..saya ada rencana untuk merantau,apakah ibu memperbolehkan saya untuk pergi ,Tanya saya kepada ibu,kalau itu memang keinginanmu ibu hanya bisa mendoakannmu semoga kamu nanti bisa berhasil di tempat perantauan. Dengan berat hati ibuku memberikan ijin kepada saya .

Bagaimana ya bu Ongkos untuk merantau saja saya tidak punya,saya hanya memiliki sedikit uang yang saya dapat dari menarik beca,biarlah nak ibu jual sebagian gabah ini untuk kamu,kata ibu kepada saya. Dengan hasil saya menarik beca dan hasil penjualan gabah ,saya mempunyai uang Rp.80.000.-itu sudah lebih dari cukup untuk ongkos dan biaya di perjalanan.Ongkos tujuan Jakarta pada saat itu hanya 25.000/orang.

Ibu saya mendatangi saudara yang datang dari Bogor dan meminta supaya saya di bawa ke Bogor, bagaimana ya bu ,boleh saja dia ikut ke bogor dengan saya ,dengan syarat setelah sampai di Bogor,dia tidak boleh tinggal bersama saya, kata saudara itu kepada ibu,tapi tidak apalah yang penting saya bisa sampai ke Bogor.

Sebelum kami berangkat ke Bogor ibuku menasehati ku.
Anakku….kamu mau pergi merantau meninggalkan Ayah dan ibu, sesampainya di perantauan carilah orang tua angkat kamu sebagai pengganti kami di sini.Bekerjalah dengan rajin ,jujur,jangan lupa sholat,baiklah kepada semua orang supaya orang baik kepadamu,dan satu lagi jangan buru-buru pulang dengan kata sindiran dalam bahasa Mandailing (Inda dope, malamun pisang na I porom madung mulak ko, maila do au I amang) artinya Belum juga, matang pisang yang saya peram kamu sudah pulang kampung,ibu nanti bisa malu nak.kata ibu kepada saya.ia bu saya akan melaksanakan semua nasehat ibu ini semua kulakukan demi ibu.

Malam harinya (hari kamis) kami berangkat ke Bogor dengan menaiki Bis Sampagul,dengan perasaan sedih tidak terasa air mata ini jatuh juga, ku peluk erat-erat ibu, hati ini tidak sanggup berpisah dengan ibunda tercinta,demi cita-cita ini semua kulakukan,dengan lambaian tangan dan tangisan, bis mulai jalan lama-kelamaan ibunda tercinta sudah hilang dari pandangan.

Dimalam itu saya tidak bisa tidur,karena saya masih teringat ke pada ibu,dan saya bertanya dalam hati….kapan saya bisa ketemu lagi sama ibu, ayah dan keluargaku.apakah satu tahun,dua tahun,sepuluh tahun,aku tak tahu…
Hari-hari terus berlalu Bis Sampagul yang saya tumpangi belum juga sampai ke tujuan kami,maklumlah perjalanan dari Sihepeng ke Bogor menempuh waktu tiga hari tiga malam.

Di dalam perjalanan saya ketemu seorang Pak Haji (pemilik Bis Sampagul) beliau banyak memberikan nasehat dan pandangan kepada saya dan beliau sempat berkata sekarang kamu pergi merantau naik Bis Sampagul saya, suatu saat kalau kamu nanti pulang kampung kamu tidak akan naik Bis saya lagi.dalam hati saya bertanya kenapa pak haji berkata begitu…….langsung saya balik Tanya, pak haji maksutnya apa ya….pak. Begini…..suatu saat kamu sudah berhasil di perantauan……kamu nanti pulang kampung bawa kendaraan sendiri….nanti kamu sudah tidak naik Bis saya lagi,dari situ timbul semangat dan tekat sebelum berhasil saya tidak akan pulang kampung.
Sesampai di Bogor,hati ini tambah bingung sesuai perjanjian setelah sampai saya tidak boleh tinggal di rumah nya.Alhamdulillah sesampainya kami abang dari saudara saya itu langsung meminta saya tinggal bersamanaya.

Hari demi hari telah berlalu pekerjaan sehari-hari saya menunggu warung,memasak nasi,cuci piring,bahkan mengasuh anak abang saya semua saya kerjakan dengan senang hati.
Suatu saat karena saya sudah bisa dan mengerti dengan warung saya di buatkan warung untuk saya kelola sendiri.Lama kelamaan warung yang saya kelola mulai berkembang.kami kedatangan seorang tamu kebetulan abang dari pemilik warung yang saya kelola,saya selalu di awasi dan di curigai,saya merasa tersinggung karena selama ini saya sudah bekerja dengan jujur,lama kelamaan saya tau itu Cuma cara orang itu biar saya tidak betah di warung kemudian di ambil alih ,lalu saya minta keluar dari warung tanpa di bayar.

Kebetulan saya ketemu dengan seorang Bapak kepala Sekolah Yang bernama Rohana Sudarmaji beliau mau menampung saya tinggal di rumahnya,mereka sangat baik kepada saya dan menganggap saya sebagai keluarga mereka sendiri.
Selama satu tahun saya tinggal bersama Bapak Rohanan Sudarmaji saya kerja membantu bapak mencari makanan ikan,saya selayaknya seorang pemulung barang-barang bekas,gadis-gadis yang saya dekati semuanya menjauh,padahal wajah saya ini tidak jelek-jelek amat,itu semua aku terima dengan iklas dan senang hati.

Saya senang tinggal bersama mereka,mereka sudah saya anggab sebagai orang tua saya sendiri ,pengganti orang tua yang saya tinggalkan di kampung,dan saya selalu ingat akan nasehat ibuku.
Kakek saya datang dari Kampung ke Bogor kemudian menemuiku di kolam ikan bapak Rohana dan menyampaikan pesan dari ibuku.
Ibu menyuruh saya pergi Ke Jogja ketemu dengan saudara yang kebetulan seorang Pejabat di Angkasa Pura.
Saya pamit kepada Bapak dan Ibu Rohana,mereka merasa berat untuk melepaskan kepergianku,dan mereka berpesan kepada ku,Seandainya di Jogja kamu tidak betah pulanglah ke Bogor lahir bathin saya sudah anggap kamu sebagai keluarga.

Ketika saya pergi ke Jogja naik kereta api dari Stasiun Senen ,ibu membekali saya sebungkus nasi dan beberapa ekor ikan yang di goreng sebagai bekal saya di perjalanan.
Sesampainya di Jogja saya tinggal dirumah saudara tersebut,hampir satu minggu saya bersama mereka tiba-tiba saya di panggil sama Paman dan bertanya kepada saya,apa tujuan kamu datang ke Jogja ini ?
Terus terang kalau mau cari kerja di sini belum ada lowongan, kebetulan saya juga baru pindah ke Jogja ini ,kata paman kepada saya,dan supaya kamu tau di rumah ini banyak wanita,dengan perkataan paman saya itu saya merasa kedatanganku ke sini kurang di terima,kebetulan anak paman saya ini wanita semuannya,dan saya berpikir di jogja ini belum ada rezeki saya.
Saya memutuskan untuk pergi merantau lebih jauh dengan harapan supaya tidak usah pulang kampung.
Disaat saya memutuskan untuk pergi lebih jauh ada teman paman yang datang dari Bekasi bertanya kepada saya, kamu mau kemana….saya mau merantau ke Bali pak biar lebih jauh dan tidak usah pulang-pulang sahut ku kepada saudara paman saya itu.
Beliau memberikan nasehat kepada saya…..janganlah begitu…mendingan kamu ikut saya pulang ke Bekasi,kamu tinggal di rumah saya nanti.kita cari kerjaan buat kamu di sana,kebetulan hari itu juga beliau mau pulang ke Bekasi,beliau membelikan tiket kereta untukku.Hari itu kami langsung pulang ke Bekasi.

Sesampainya di Bekasi saya tinggal bersama mereka,di rumah saya kerjakan apa yang bisa saya kerjakan,setelah pekerjaan saya selesai siang-siang saya pergi jalan-jalan ke Pasar Baru Bekasi,kebetulan saya ketemu dengan teman satu sekolah saya dulu di SMEA Kampus Padangsidimpuan.
Dan dia mengajak saya tinggal bersama dia tinggal di rumah kontrakan mereka,dan saya pamit kepada Paman ,saya mau tinggal bersama teman saya di Bekasi,beliau memberikan restu.

Selama tinggal bersama teman,setiap hari kami selalu mencari pekerjaan,kebetulan saya dapat pekerjaan sebagai pelayan Toko Baju di Pasar Baru Bekasi.
Beberapa bulan saya jadi pelayan rupanya pemilik toko sebelah selalu memperhatikan pekerjaan saya,suatu saat dia memanggil saya dan mengajak saya bekerja sama dengan beliau,tapi dengan syarat saya harus tinggal di rumahnya di Jakarta dan setiap hari saya harus bawa makanan dari rumah.

Saya dengan senang hati menerimanya.Saya di berikan satu toko untuk saya kelola sendiri dengan cara bagi hasil satu dua,maksutnya keuntungan dalam satu hari dibagi tiga, dua bagian diambil setiap hari dan satu bagian saya tidak boleh di ambil,kemudian ke untungan saya di belanjakan lagi ,untungannya di bagi satu dua lagi.

Beberapa tahun saya tinggal bersama mereka ibu dan ayah datang berkunjung ke Jakarta, hati ini sangat bahagia karena sudah beberapa tahun saya tidak pernah ketemu dengan orang tua.Ibu saya saya ajak ke Pasar Baru Bekasi,saya ingin membahagiakan ibu …..lalu saya berkata …..Bu….coba ibu jalan-jalan di pasar baru ini,dan cari baju apa yang paling ibu senangi di sini nanti akan saya belikan untuk ibu.

Ibu saya pergi keliling pasar,beberapa saat kemudian ibu kembali ke toko saya dan berkata”disana ada baju yang ibu suka”lalu kami pergi menuju toko itu.saya langsung belikan untuk ibu saya.Hati ini sangat bahagia pada saat itu karena saya bisa membahagiakan ibu ……
Keluarga ini sangat percaya kepada saya,mungkin karena disiplin dan kejujuran saya,semua toko,rumah kontrakan dan warung kelontongnya di percayakannya kepada saya,sampai abang ini membeli sebuah rumah untuk saya tempati di Tambun Bekasi,seminggu sekali saya pulang ke Jakarta untuk memberikan setoran dan laporan ke uangan.

Lama-kelamaan usaha saya sangat sulit untuk berkembang di sebabkan ke untungan yang saya dapatkan tiap hari selalu di ambil oleh pemiliknya ,saya mulai berpikir kalau begini saya tidak pernah maju dan berkembang.Saya memutuskan untuk mencari pekerjaan lain.Diwaktu saya minta ijin untuk keluar dari toko beliau sangat marah besar,sampai sampai beliau mengusir saya dari rumahnya.tapi tak apalah saya juga sangat berterimakasih kepada beliau karena telah memberikan kesempatan buat saya selama ini.

Saya bertemu dengan seseorang yang saya panggil dengan sebutan Bang Yana.beliau dengan iklas membantu saya dengan memberikan pekerjaan di tempat dia bekerja yaitu di BDNI.
Dari tahun 1995 saya mulai bekerja di sana.Setiap hari saya pulang pergi Bekasi Jakarta naik kereta api. saya tinggal di Perumahan BDNI Tambun menempati rumah teman saya.

Setiap hari saya naik kereta api bersama teman-teman,setiap pulang kerja kami selalu berada di gerbong tiga Kereta api Patas Tujuan Purwakarta.kereta-api
Suatu hari ketika saya mau pulang ke Bekasi saya melihat seorang Cewek cantik berada di gerbong tiga tempat kami bersama teman berkumpul,saya malu untuk menyapanya, beberapa menit saya diam membisu duduk dekat dia.
Lama kelamaan saya beranikan untuk menyapanya,mau pulang kemana……mbak…dia menjawab mau pulang ke Bekasi,sama dong sahut ku balik.
Selama perjalanan menuju Bekasi tidak begitu banya kata-kata yang keluar dari mulut kami.sesekali saya bertanya selama ini saya tidak pernah melihat mbak naik kereta ini,dia menjawab biasanya saya naik kereta api KRL tadi saya ketinggalan kereta sahutnya.

Semenjak ketemu gadis cantik yang bernama Novi Walfitriati itu,ada hasrat untuk mendekatinya,saya coba dekati malah dia tambah jauh, saya selalu berusaha patang menyerah….maklum lagi sedang jatuh cinta.
Setiap saya pulang kerja saya selalu mencari dan mencari gadis itu,tapi sudah lama saya tidak pernah ketemu lagi dengannya,suatu ketika saya bertemu dengan temannya dan menanyakan kabar Novi kepada saya,saya tidak tau kabarnya hampir dua tahun ini saya tidak pernah ketemu dengannya.

Novi sudah lama pindah kerja sahutnya,lalu dia memberikan nomor telepon kantor dan rumah Novi kepada saya.
Dia memberitahukan kepada saya nanti malam Novi ulang tahun.Malam itu saya telepon kerumahnya untuk mengucapkan selamat ulang tahun,kebetulan yang angkat telepon ibunya Novi,Novi belum pulang kerja sahut ibunya,ingak apa-apa bu saya Cuma ingin mengucapkan selamat ulang tahun,tolong sampaikan salam dari temannya Ihpan ya bu….sahutku.

Pagi harinya saya telepon kekantornya untuk mengucapkan selamat hari ulang tahun,dia kaget saya dapat nomor telepon dari mana.
Setiap hari saya berusaha untuk menyapanya,setiap saya telepon dia selalu bilang sibuk,lalu saya tutup teleponya,begitu terus sampai beberapa waktu.pupus sudah harapan untuk bisa memilikinya.
Ketika saya harus mengambil suatu keputusan dengan wanita lain Novi telepon meminta saya untuk menemaninya ke suatu pertemuan Airlines,saya bingung mau menemani Novi atau ketemu wanita yang baru ku kenal,tapi Novi dengan nada kesal karena mendengar jawaban iya saya yang bimbang .

Saya minta pendapat teman saya dia memberikan saran, kamu kan sudah bilang iya dan kamu juga sudah lama kenal dengan Novi dan kamu juga suka kepadanya,kalau menurut saya temani Novi saja. mungkin ini yang terbaik untuk kamu jalani.
Bersambung………….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: