Mukjizat Itu Datang Lagi

Mukjizat itu datang lagi, Suci Refika Wulansari (25), nyaris 48 jam mampu bertahan hidup di bawah reruntuhan gedung tempatnya mengajar, Akademi Bahasa Asing Prayoga. Suci bertahan hidup bersama jasad-jasad mahasiswanya yang menjadi korban gempa berkekuatan 7,6 Skala Richter.

Berjam-jam tim SAR berjibaku mengevakuasi Suci yang masih terperangkap dalam reruntuhan gedung. Segala upaya dilakukan. Bahkan, tim SAR sudah berencana jika evakuasi sulit dilakukan, kaki dosen di kampus itu akan diamputasi Rencananya, kaki Suci akan diamputasi sebatas tumit yang tertindih beton besar. Bahkan, tim dokter sudah didatangkan ke lokasi. Kemungkinan amputasi dilakukan karena beton yang menghimpit kakinya jika diangkat akan mempengaruhi konstruksi bangunan yang dapat meruntuhkan bagian tembok yang masih tersisa.

Selain mengebor beton, tim SAR juga telah menyiram kaki Suci dengan minyak goreng untuk meloloskan kakinya. Namun upaya itu juga tidak membuahkan hasil.
Ayah Suci, Masril RA bahkan mengaku ikhlas jika kaki putri keduanya itu harus diamputasi. “Apapun caranya asalkan dia bisa selamat kami ikhlas,” kata Masril.
Suci terjebak di balik reruntuhan sejak gempa terjadi di Sumatera Barat pada Rabu pukul 17.16 WIB. Ini berarti nyaris 48 jam ia bertahan di balik reruntuhan. Untuk membantu Suci bertahan, petugas memberikan susu dan roti, serta oksigen untuk memudahkannya bernafas.

Bahkan, untuk membuatnya tetap semangat, petugas berusaha menghubungkan anak kedua dari tiga bersaudara itu dengan ayahnya, Masril RA, yang menantinya di sekitar reruntuhan dengan telepon genggam. “Tadi sempat telepon, dia bilang sehat dan kuat. Saya minta Suci sabar dan tabah,” kata Masril.

Suami Suci, Erwinsyah juga terlihat tabah mengaku bersyukur Suci masih hidup.
Tim SAR terus mengebor beton yang menghimpit kaki Suci. Petugas harus berhati-hati agar tidak membahayakan nyawa Suci.
Alhamdulillah, sekitar pukul 17.15 WIB, Suci berhasil diangkat dari reruntuhan. tanpa harus diamputasi.

Selain Suci, petugas dan relawan juga berhasil menyelamatkan Sari (21), mahasiswa jurusan Bahasa Inggris di kampus itu.Saat digotong, Suci masih bisa tersenyum. Kondisinya terlihat baik, hanya bagian kakinya saja yang terluka. Namun, apakah proses evakuasi ini sampai mengamputasi kaki Suci, masih simpang siur. Seorang tim relawan mengatakan kaki wanita beranak satu itu diamputasi.

Namun, anggota TNI yang ikut menyelamatkan Suci, mengatakan, kaki Suci tidak diamputasi namun mengalami patah di bagian tumit dan masih bisa disembuhkan.
Akan tetapi yang pasti, begitu Suci berhasil diselamatkan, ucapan puji syukur berkumandang. Bahkan, keluarga Suci langsung memeluk para tim SAR. Wajah haru dan gembira terpancar dari wajah ayahnya, Masril RA. Suci langsung dilakukan ke RS M Djamil.

Petugas saat ini menyiagakan dua alat berat di sekitar lokasi untuk membantu proses evakuasi korban lainnya. Rencananya alat berat itu akan dioperasikan begitu Suci berhasil dievakuasi. Di bawah reruntuhan itu diduga masih ada belasan korban yang diperkirakan sudah tewas. Saat ini di lokasi ada 15 keluarga yang masih mencari anak-anaknya yang kuliah di akademi itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: